Membangkitkan Kembali Semangat Menulis

15 Dec 2018

“Membaca Belum Tentu Menulis, Tetapi Menulis Sudah Pasti Membaca”

 

Oleh: Zam FaQoth

Salah Satu Kebuleh (Khadim) di PP. Nazhatut Thullab

 

  Bismillahirrahmanirrahim ...

Sudahkah anda menulis hari ini? seharusnya kata-kata itulah yang selalu terngiang pada diri setiap pelajar bahkan setiap individu. Mengapa demikian? Karena kita sadari atau tidak, menulis sebenarnya adalah merupakan suatu kebutuhan. Kebutuhan setiap manusia yang merupakan mahluk yang memiliki naluri alamiah untuk selalu ingin tahu dan memahami sesuatu yang belum dimengerti. Karena dengan menulis, otomatis kita memiliki bahan yang akan ditulis sehingga jika kita tidak memiliki bahan untuk tulisan yang akan kita tulis, tentu kita akan mencarinya dan salah satunya yaitu dengan membaca. Bisa juga dikatakan menulis dapat menjadikan kita lebih memahami karakter bahasa kita sendiri. “Kita menulis tidak untuk dipahami; tetapi untuk memahami”.[1]

Menulis merupakan kegiatan untuk menuangkan segala yang ada dalam pikiran dalam bentuk tulisan. Dengan menulis dapat memperbanyak pengetahuan dan pengetahuanya akan sulit  hilang dari fikiranya karena menulis merupakan proses untuk mengabadikan semua ilmu pengetahuan yang dimilikinya. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”[2].

 Bahkan salah satu Ulama besar ummat islam yaitu Imam Al-Ghazali yang memiliki banyak karangan yang fenomenal yang banyak dijadikan rujukan oleh ummat Islam sampai sekarang ini juga sangat menekankan pentingnya menulis. Beliau pernah berkata “Jika kamu bukan anak seorang raja dan bukan juga anak seorang ulama’ besar, maka menulislah”. Dari kata-kata beliau yang singkat itu sebenarnya ada banyak makna yang terkandung, salah satunya adalah bahwa menulis dapat menjadikan kita memiliki tingkat sosial yang sama dengan anak raja ataupun anak seorang ulama’ yang pastinya terhormat.

Menulis khususnya bagi kalangan pelajar dari tingkat dasar sampai dengan jenjang perguruan tinggi selain menjadi kebutuhan juga merupakan sebuah kewajiban. Bagaimana tidak, bagi kalangan pelajar, menulis merupakan suatu keharusan yang harus mereka penuhi dan merupakan syarat wajib yang harus dia lakukan untuk menyelesaikan pendidikan yang sedang dia jalani, menulis PR, menulis makalah dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sebisa mungkin kita sebagai manusia yang memang sedari dini sudah diperkenalkan dengan dunia tulis menulis dapat menjadikan aktifitas menulis tidak hanya dipenuhi ketika aktifitas menulis tersebut adalah sebuah tuntutan atau kewajiban tetapi menjadikan kegiatan menulis adalah sebagai suatu kebutuhan primer yang akan membuat kehidupan kita terasa ada yang kurang jika kita tidak melakukan kegiatan tersebut.

Mulailah menulis dari hal-hal kecil seperti agenda kegiatan sehari-hari, pengalaman yang kita alami sehari-hari atau bahkan kita bisa menulis pendapat kita tentang suatu hal. Tidak usah berpikir akan jadi seperti apa tulisan kita nantinya, karena untuk menulis sesuatu yang baik dan sempurna butuh proses yang panjang. Dan dengan membiasakan menulis, pada akhirnya disadari atau tidak tulisan kita akan sempurna, baik dari segi susunan kata, narasi, pemilihan bahasa yang tepat dan sebagainya. Karena sesuatu yang baik, bagus dan sempurna butuh proses dan tidak bisa diraih dengan seketika dan instan, bukankah demikian ???

Terakhir yang dapat penulis sampaikan untuk kita jadikan satu pertanyaan wajib bagi diri kita masing-masing setiap harinya “Sudahkah Anda Menulis Hari Ini ???"

 

*fin.

 

[1] Menurut C. Day Lewis, [Dari buku “Daripada Bete, Nulis aja”, Caryn Mirriam-Goldberg, Kaifa, 2003.

[2] Menurut Dedi Setiawan FH , “menulis itu bagaikan seni bagi saya pribadi”.

 


Postingan Terkini

Problem Organisasi dan Pengungkapan Keributan

Oleh :

Abdullah

 

Kapan kira-kira terakhir kali Anda bangun di pagi hari? Atau Anda memang tidak pernah . . . BACA SELANJUTNYA

Kalah Bukan Alasan untuk Saling

Oleh: Abdullah

 

Tentu Anda tidak bosan-bosannya selalu diingatkan tentang bagaimana . . . BACA SELANJUTNYA

Pemilukada Oleh DPRD, Benarkah Amanah

Oleh:

Lukman Hakim

Alumni PP. Nazhatut Thullab

Ketua Ikatan Mahasiswa . . . BACA SELANJUTNYA

Langit Biru (Sebuah Cerpen)

Oleh: 

M. Ihsanuddin Nursi

Alumni PP. Nazhatut Thullab

Mahasiwa D4 Teknik . . . BACA SELANJUTNYA

Urgensi Media Sosial dalam Peyebaran

Oleh : Khoirun Nisa'

(Alumni pp. Nazhatut Thullab Sekaligus Mahasiswa Aktif di . . . BACA SELANJUTNYA

Peran Pondok Pesantren Dalam Menjaga

Oleh: Zam FaQoth

Salah Satu Kebuleh (Khadim) di PP. Nazhatut Thullab

BACA SELANJUTNYA

Analisis Kebijakan Publik Mengenai Perppu

Oleh : Nur Jamal

 

Pendahuluan

Pemerintah resmi menerbitkan . . . BACA SELANJUTNYA

Hegemoni Kiai dan Blater Dalam

Oleh : Nur Jamal

 

Teori  Hegemoni 

Secara subtansial . . . BACA SELANJUTNYA

Pondok Pesantren : Peran dan

Oleh: Zam FaQoth

Salah Satu Kebuleh (Khadim) di PP. Nazhatut Thullab

 

BACA SELANJUTNYA

Studi Keislaman dengan Pendekatan Ilmu-Ilmu

 Oleh: Muh. Sholeh Hoddin*

Keberadaan agama diharapkan dapat berperan aktif dalam memecahkan . . . BACA SELANJUTNYA