MENYAMBUT SISWA-SISWI BARU, NATA LAKSANAKAN MASA PENGENALAN PONDOK DAN SEKOLAH (MPLPS)

 

Pondok Pesantren Nazhatut Thullab kembali melakukan tradisi lama yang beberapa tahun ini sempat vakum sebab adanya Covid-19. Masa Pengenalan Pondok dan sekolah, atau yang biasa kita sebut MPLPS mulai diadadakan kembali bagi para siswa yang melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesntren Nazhatut Thullab pada Minggu (31/07). Diadakannya MPLPS sendiri bertujuan untuk mengenalkan kepada para santri mengenai sejarah, lingkungan, tata tertib dan progran yang terdapat di Pondok maupun Sekolah.

Dengan diadakannya MPLPS ini, para guru dan staf Biro berharap bahwa para santri baru dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan Pondok. Juga dapat melaksanakan program dan tata tertib yang ada. Pelaksanaan MPLPS ini pun didukung langsung oleh seluruh kesiswaan dari masing-masing unit yang ada, yang nantinya juga berkordinasi dengan Biro III Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Selama pelaksanaan MPLPS, para santri akan mendapatkan beberapa materi yang nantinya akan diterangkan langsung oleh sumber yang berkompeten yakni, Ustadz Abd. Wahid, sebagai perwakilan dari Biro I kepondokan dipercaya untuk menjelaskan dan juga mengenalkan sejarah Pondok Pesantren Nazhatut Thullab kepada para santri. Ustadzah Sainah, sebagai pembina besar asrama Putri pun juga dipercaya untuk menjelaskan dan memberikan contoh norm sikap yang ada. Lalu untuk penjelasan mengenai tata tertib yang ada pun dijelaskan oleh salah satu guru Bimbingan Konseling sekolah yakni, ibu Istiqomah Amalia, S. Psi

“sebelum MPLPS ini juga sebenarnya sekolah dan pondok pernah melaksanakan Masa Orientasi siswa (MOS) seperti di sekolah luar. Tapi, kalau MPLPS sendiri baru ada selama sekitar lima tahun terakhir.” Jelas ibu Sruni.

MPLPS hanya dapat diikuti oleh santri pondok dan non pondok kelas 1 SLTP dan 1 SLTA. Untuk syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sendiri tidak banyak. Para santri terlebih dahulu harus terdaftar sebagai siswa di salah satu unit dari semua unit yang ada. Lalu untuk atribut pelaksanaan MPLPS sendiri, pihak panitia menjelaskan bahwa para santri baru hanya menggunakan baju hitam putih lengkap dengan inner kerudung dan kaus kaki. Dan tak lupa untuk membawa buku dan alat tulis untuk mencatat materi yang nantinya dijelaskan.

 

Amelia Triananda, Jurnalis Al-‘allam