Tanggap COVID-19, Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Untuk Para Santri yang akan Kembali Ke Pesantren.

www.nata.ponpes.idLangkah nyata yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab pada masa pandemi saat ini patut di apresiasi. Memperhatikan himbauan pemerintah tentang pencegahan penyebaran virus Covid-19, Pondok Pesantren Nazhatut Thullab menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para santriwan dan santriwati mereka yang akan kembali ke pondok pesantren. Tidak hanya bagi santriwan dan santriwati, para pengantar dan pengunjung pun tak luput dari protokol kesehatan yang telah ditetapkan tersebut untuk dapat memasuki kawasan pondok pesantren.

Protokol kesehatan yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab tersebut diantaranya adalah para santriwan santriwati yang akan kembali ke pondok pesantren harus sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dalam hal ini Pondok Pesantren Nazhatut Thullab membagi waktu kembali para santri sesuai dengan zona daerah tempat santri berasal. Selain itu, bagi santriwan santriwati yang akan kembali ke pondok pesantren diwajibkan memenuhi persyaratan-persyaratan seperti membawa surat keterangan rapid test maupun swab test, membawa perlengkapan APD (masker, face shield dll) dan sebelum masuk kawasan pesantren para pengunjug wajib cuci tangan dan disemprot dengan desinfektan melalui bilik steril yang telah disediakan.

Menurut keterangan yang didapat dari Biro I Bagian Kepondokan Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Ust. Sholeh Hoddin, M. Pd. i., penerapan protokol kesehatan untuk para santri yang akan kembali tersebut dalam rangka upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19 seperti anjuran pemerintah khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Nazhatut Thullab. Dengan diterapkannya protokol kesehatan tersebut pihak pesantren berharap cara ini dapat mencegah dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

“Ini merupakan salah satu ikhtiyar yang dilakukan oleh pihak pondok pesantren untuk dapat mencegah penyebaran virus corona yang sekarang ini telah menjadi pandemi. Dengan diterapkannya protokol kesehatan semacam ini, pihak pesantren berharap lingkungan pesantren dan para santri akan bisa steril dari virus tersebut.” Jelasnya.

Pihak Pondok Pesantren Nazhatut Thullab juga mengharap kesadaran bagi para orang tua atau wali santri yang akan mengantar putra putri mereka kembali ke pesantren untuk dapat mematuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak Pondok Pesantren Nazhatut Thullab sehingga nantinya protokol kesehatan yang telah dibuat dapat berjalan dengan lancar.

Lebih lanjut, untuk para santriwan dan santriwati yang kembali nantinya akan dilakukan karantina oleh pihak pesantren selama kurang lebih dua minggu sebelum akhirnya mereka dapat kembali menjalankan aktifitas pesantren seperti biasanya.

 

/zam