UPN “VETERAN” JATIM DORONG DIGITALISASI TATA KELOLA UANG JAJAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NAZHATUT THULLAB SAMPANG

Sampang – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN “Veteran” Jatim) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Implementasi Riset (IMRIS) melaksanakan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Data Santri dan Sistem Informasi Pembiayaan Pendidikan Berbasis Digital di Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang.”

Kegiatan tersebut diarahkan pada implementasi hasil riset dalam bentuk aplikasi uang jajan santri, sebagai inovasi digital untuk membantu pesantren mengelola data santri sekaligus mendukung tata kelola transaksi uang jajan secara lebih tertib, transparan, dan terdokumentasi. Kegiatan dipimpin oleh Dr. Taufikurrahman, M.Pd. selaku ketua pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen UPN “Veteran” Jatim dalam mengimplementasikan hasil riset agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren.

Dalam sambutannya, Kepala Biro 3 Dikdasmen PP. Nazhatut Thullab (Darwis), menyampaikan bahwa aplikasi sistem informasi uang jajan santri compatibel dengan kebutuhan Pondok Pesantren Nazhatut Thullab sehingga proses pencatatan menjadi lebih efektif. Selain itu penjelasan materi pelatihan yang diberikan dapat dengan mudah dipahami oleh user/pengguna aplikasi baik pada role sebagai admin, staf, maupun santri dan wali santri. Aplikasi juga mudah dalam penggunaannya.

"Kegiatan pelatihan terlaksana dengan baik dan efektif, narasumber memberikan kesempatan untuk melaksanakan praktik kepada segenap peserta, dan memberikan pendampingan langsung kepada peserta". ujar Darwis.

Sementara itu, Dr. Taufikurrahman, M.Pd. menjelaskan bahwa aplikasi uang jajan santri dirancang sebagai salah satu solusi untuk membantu pesantren dalam mengelola transaksi dan data santri secara digital. “Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat membantu pesantren membangun tata kelola data yang lebih terintegrasi. Pengelolaan uang jajan santri menjadi lebih terdokumentasi sehingga dapat mendukung transparansi, efisiensi, dan kemudahan dalam proses monitoring,” jelasnya.

Menurut Taufikurrahman, transformasi digital di pesantren harus tetap mempertahankan nilai-nilai pendidikan dan karakter yang menjadi kekuatan utama pesantren. Teknologi ditempatkan sebagai instrumen pendukung untuk memperkuat sistem pengelolaan, bukan menggantikan nilai dan tradisi pendidikan pesantren.

Dari sisi teknologi, Asif Faroqi selaku Tim IT menjelaskan bahwa aplikasi uang jajan santri dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemudahan penggunaan bagi pengelola pesantren.

“Hal yang menjadi perhatian utama dalam implementasi aplikasi ini adalah kemudahan penggunaan dan kesesuaian dengan kebutuhan operasional pesantren. Sistem dibuat agar proses pencatatan dan pengelolaan transaksi dapat dilakukan secara lebih praktis, sementara data yang tersimpan dapat membantu pengelola melakukan pemantauan dengan lebih cepat dan terstruktur,” ungkap Asif Faroqi.

Ia menambahkan bahwa implementasi teknologi di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara bertahap melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, para pengelola tidak hanya mengetahui cara menggunakan aplikasi, tetapi juga memahami manfaat data digital untuk mendukung pengambilan keputusan dan peningkatan layanan kepada santri.

Pelatihan mendapatkan respons positif dari peserta. Salah seorang peserta, Ustazah Inarotul menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi memberikan pengalaman baru dalam memahami bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam aktivitas pengelolaan santri sehari-hari.

“Kegiatan workshop pembuatan aplikasi Uang Jajan Santri sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan transaksi jajanan santri. Materi yang disampaikan cukup menarik dan dapat membantu peserta memahami penggunaan aplikasi secara lebih efektif, praktis, dan efisien.” ungkap Ustazah Inarotul.

Kegiatan PkM IMRIS tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan aplikasi, tetapi juga mencakup proses pelatihan, praktik penggunaan, serta pendampingan kepada pengelola pesantren. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan data santri, mekanisme penggunaan aplikasi, pencatatan transaksi, serta pemanfaatan data sebagai bagian dari penguatan tata kelola pesantren.

Implementasi aplikasi uang jajan santri di Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem tata kelola pesantren berbasis digital. Ke depan, sistem tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan administrasi dan layanan pendidikan lainnya.

Melalui skema IMRIS, UPN “Veteran” Jatim terus mendorong agar hasil penelitian dan inovasi akademik dapat diimplementasikan secara langsung di masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam menghadapi tuntutan transformasi digital di bidang pendidikan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi peningkatan kualitas tata kelola lembaga pendidikan.